Realism is Fake

Originally posted on Mechanical Hamster:

I’m currently writing (or more precisely thinking about) a short story that involves no dialogue. The reasons are many and varied, but the short version is that I and a circle of some other literary types are challenging each other to write more short stories and this month we’re tasked ourselves with the additional caveat of no dialogue.

 

 

It’s a tricky one, if only because as modern readers we’ve had dialogue rammed down our throats for decades. Whilst surfing t’interweb about the subject I came across this in a list of advice on good dialogue:

3. Develop your ear. Listen carefully to actual people talking, not characters on TV, in movies, or on the radio – the latter kind of dialogue is always artificial, unrealistic, and unconvincing on the written page. No one actually talks like “The Sopranos” or “Friends” or “ER” or “Masterpiece Theater”. Sorry. Don’t…

View original 1,167 more words

Machine Chaser, Perjuangan Mencapai Tujuan, dan Moving On

Pada postingan sebelumnya, kita sempat membahas tentang membahas tentang korelasi antara Kamen Rider Drive dan kisah cinta seseorang. Sebelum kita masuk pada pembahasan utama, ada hal yang harus saya ralat. Pada postingan tersebut, saya mengatakan bahwa ada kemungkinan Chase adalah manusia dan pada episode 11 terbongkar bahwa Chase sebenarnya adalah Roidmude 000, menguatkan teori bahwa Chase adalah Eiji KW. Untungnya, hal ini tidak mengubah analisa bahwa Chase yang wujud aslinya adalah 000, tetap berubah wujud, dan menguatkan teori “kita akan rela menjadi sosok lain yang jauh lebih berbahaya”.

Yang juga terbukti adalah teori bahwa Chase merupakan pengguna Drive Driver ketika Global Freeze terjadi, yang membuatnya menjadi Proto Drive. Dalam kesempatan singkat itu, bisa berarti bahwa kita juga rela menjadi orang yang bisa melindungi seseorang yang kita incar.

[Over-Time] Kamen Rider Drive - 11 [D21285FD].mkv_snapshot_18.41_[2015.01.18_18.11.30] Continue reading

Kamen Rider Drive: Sebuah Kisah Cinta Terselubung

Menyusul ditayangkannya episode ke-9 Kamen Rider Drive 2 minggu lalu, saya sempat ikut serta dalam sebuah perdebatan kecil tentang sosok Heart, Brain, dan Chaser. Awalnya konklusi yang saya hasilkan setelah melalui pemikiran panjang dan pertikaian dengan hati sendiri adalah bahwa Heart merupakan gambaran dari sosok masyarakat metroseksual, sementara Brain adalah gambaran dari para nerd. Untungnya pengamatan saya yang ngaco ini segera diluruskan oleh salah satu pengguna jejaring sosial dengan inisial KW dengan pernyataannya yang sepenuhnya mengubah cara pandang saya terhadap acara ini. Continue reading