A Little Way Too Early 2014 Farewell Post

Sepertinya agak terlalu cepat kalau saya membuat postingan tentang tahun baru 2015 while it’s still… y’know, lama. 3 minggu or more, but yeah, it’s better to make one now daripada terlambat gara-gara main KRSMA sibuk disana-sini.

So… 2014?

2014 lebih kayak tahun dimana saya reassess everything, be it my own power, weakness, the world, semuanya.

Hampir semua yang terjadi di 2014 tidak ada dalam perhitungan awal. Semua terjadi in an instant. Well, gak semuanya sih, tepatnya second half dari 2014. ClariS terancam bubar karena Alice memutuskan untuk graduate, beberapa teman kampus magang ke Nips, seorang teman pergi ke negara paman Sam, kehilangan salah satu anggota keluarga besar yang lumayan dekat, stop running away from things, dan hal-hal aneh lainnya yang agaknya jadi memaksa diri untuk berpikir sedikit lebih dewasa.

Kehidupan wibu di tahun 2014 juga agak berubah sedikit. Jika dulu hampir bisa melahap seluruh jenis kartun yang ditayangkan, tahun ini agak berkurang. Mulai berhenti dari Love Live juga setelah 3 tahun menjalani hidup(?) bersama meskipun sekarang malah ngidol ke yang lain. Kancolle? Sudah jadi secondary fan agaknya. Anisong? Uhh… Semua berubah sejak menekuni(?) dunia dojin musik pada bulan puasa 2013. Bukan berarti sudah tidak mendengarkan lagu-lagu anisong lagi, cuma sekarang lagu-lagu di ponpin juga sudah didominasi oleh lagu-lagu dojin somehow. Mungkin yang belum berubah adalah kegemaran menyaksikan acara pahlawan super ala Jepang yang saat bertransformasi sungguh berisik.

Jadi… What’s the deal with making a farewell 2014 post this early? Tadinya, hanya ingin mengevaluasi resolusi tahun 2014 yang disusun pada tahun 2013 akhir, tapi saya sadar tidak terlalu banyak perubahan. Sad, I kno ;_;

DSC_0206

  1. Tried. Was a completely new experience. Seperti lirik 最後の雨-nya yuiko di album barunya kemarin. “世界はこんあにも美しいものだと 初めてしった…”
  2. Nope. Not yet. Radityadji masih beta. Parah.
  3. Ini… Saya tidak merasa saya sudah berhenti jadi indecisive, tapi yang pasti perlahan-lahan saya sudah bisa bilang “No.”
  4. LOL Ini masih sulit. Memang kekerapan marah mulai berkurang jauh tahun ini.
  5. lol as if lah ini.
  6. On it. Ternyata tahun 2014 jadi agak lebih sibuk dari yang saya bayangkan. Banyak hal yang harusnya dikerjakan malah terbengkalai luar biasa.

Sebagai penutup, saya tidak bisa bilang bahwa 2014 adalah tahun yang baik, tapi tidak juga bisa bilang bahwa 2014 adalah tahun yang buruk. More than anything, 2014 taught me some precious stuffs. Apakah 2015 akan lebih baik? Saya tidak tahu. Bagaimana kalau 2015 malah jadi lebih buruk? Sederas apapun hujan, ada kala dimana hujan tersebut berhenti, tergantikan oleh cahaya mentari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s